Usai Beri Penguatan Integritas, KPK Malah Tangkap Hakim Agung Terkait Kasus Suap di MA

- Jumat, 23 September 2022 | 09:12 WIB
Ilustrasi Korupsi Terima Suap. (ayobandung.com)
Ilustrasi Korupsi Terima Suap. (ayobandung.com)

JAKARTA, AYOYOGYA.COM - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan sedih dan prihatin harus menangkap hakim agung atas dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung.

"KPK sangat prihatin dan berharap ini penangkapan terakhir terhadap insan hukum. Mengingat artinya dunia peradilan dan hukum kita yang semestinya berdasar bukti, tetapi masih tercemari uang. Para penegak hukum yang diharapkan menjadi pilar keadilan bagi bangsa, ternyata menjualnya dengan uang," ujar Ghufron.

KPK mengharapkan penangkapan tersebut menjadi yang terakhir terhadap insan hukum.

"KPK bersedih harus menangkap hakim agung. Kasus korupsi di lembaga peradilan ini sangat menyedihkan," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam keterangannya di Jakarta, Kamis petang (22/9/2022) melansir Suara.com Jumat (23/9/2022).

Baca Juga: Dugaan KPK: Haryadi Suyuti Intervensi Tiap Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkungan Pemkot Jogja  

Padahal, kata Ghufron, KPK sebelumnya juga telah memberikan penguatan integritas di lingkungan Mahkamah Agung, baik kepada hakim dan pejabat strukturalnya.

"Harapannya tidak ada lagi korupsi di MA. KPK berharap ada pembenahan yang mendasar, jangan hanya 'kucing-kucingan'. Berhenti sejenak ketika ada penangkapan, namun kembali kambuh setelah agak lama," tambah Ghufron.

KPK sebelumnya telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap beberapa pihak atas dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung pada Rabu (21/9) malam.

Baca Juga: Tak Penuhi Panggilan KPK karena Sakit dan Kaki Bengkak,  Rekening Gubernur Papua Lukas Enembe Diblokir

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menolak Mundur, Iwan Bule: Salam Untuk Netizen Ya!

Jumat, 7 Oktober 2022 | 14:20 WIB
X