Waspadai Modus Penipuan dan Peretasan Via WhatsApp, Ini Penjelasannya

- Kamis, 24 November 2022 | 21:43 WIB
Ilustrasi kewaspadaan penipuan via WhatsApp (Unsplash/ Asterfolio)
Ilustrasi kewaspadaan penipuan via WhatsApp (Unsplash/ Asterfolio)

Penipu akan menghubungi calon korban yang akan menganggapnya sebagai nomor acak yang salah. Setelah percakapan dimulai, scammer akan membuat strategi untuk mendapatkan akses ke informasi pribadi

Trik verifikasi

Penipuan verifikasi adalah cara umum lainnya untuk meretas akun WhatsApp. Korban menerima dua pesan hampir bersamaan. Satu pesan biasanya merupakan permintaan maaf dari teman atau anggota keluarga yang mengatakan bahwa mereka secara tidak sengaja mengirimkan kode verifikasi ke akun korban.

Mereka kemudian meminta kode. Setelah kode dibagikan, peretas mengambil kendali penuh atas akun WhatsApp korban.

Baca Juga: Fokus di Pemberdayaan UMKM, PKR Klaim Miliki Massa Lebih dari 100 Ribu di Akhir 2022

Cara termudah untuk menipu orang adalah dengan menyamar sebagai teman atau keluarga. Penipuan ibu dan ayah telah ada selama beberapa tahun. Scammer akan berpura-pura menjadi anggota keluarga dan menipu korban.

Dalam kasus penipuan ini, korban menerima pesan dari anggota keluarga dekat yang mengaku kehilangan ponselnya. Kemudian mereka meminta korban untuk membagikan detail rekening bank.

Pembajakan WhatsApp

Pembajak dunia maya dapat mengakses lengkap ponsel korban. Beberapa dari mereka melakukannya dengan sangat baik. Melansir Republika dibutuhkan setidaknya beberapa jam atau berhari-hari bagi korban untuk menyadari apa yang telah terjadi. Mereka membuat korban memasang spyware yang mengungkapkan informasi rahasia seperti nama pengguna, kata sandi, dan lainnya.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Sumber: Republika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X