Soal MGCR Gunakan Aplikasi PeduliLindungi, Pemkab Bantul Tunggu Juknis

- Jumat, 1 Juli 2022 | 11:30 WIB
Ilustrasi minyak goreng curah. (Pixabay)
Ilustrasi minyak goreng curah. (Pixabay)

BANTUL, AYOYOGYA.COM --  Kepala Dinas Koperasi, UMK, Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Agus Sulistiyana mengatakan aturan membeli minyak goreng curah dengan menunjukkan aplikasi PeduliLindungi hingga saat ini belum berjalan di Bantul.

Pihaknya juga masih menunggu petunjuk teknis terkait aturan tersebut.

"Ya kita masih menunggu petunjuk teknisnya. Kalau harus pakai aplikasi PeduliLindungi kan setiap pedagang harus punya barcode, trus siapa yang mau membelikan barcode PeduliLindungi,"ujarnya.

Ia kemudian menambahkan kebijakan logis ada di menunjukkan NIK dalam KTP saja tanpa harus memakai barcode aplikasi PeduliLindungi.

Baca Juga: Inflasi DIY Meningkat Karena Idulfitri dan Harga Migor Naik? Begini Penjelasannya

"Ya paling mudah mungkin menunjukkan NIK, kan setiap KTP ada NIK sehingga lebih simpel dan mudah baik bagi pedagang maupun konsumen,"ungkapnya lagi.

Meski demikian Agus mengaku kebijakan dari pemerintah tujuannya bagus agar minyak goreng curah rakyat tersebut betul-betul tepat sasaran dan tidak diselewengkan oleh oknum-oknum tertentu sehingga terjadi kelangkaan minyak goreng curah rakyat seperti beberapa waktu yang lalu.

"Minyak goreng ini kan komoditas utama yang harus dijaga betul ketersediannya. Jangan sampai ada gejolak lagi di masyarakat. Sekarang harnya minya goreng curah Rp 14 ribu perliter sesuai HET dari pemerintah,"tandasnya.‎

Baca Juga: Minyak Goreng Curah Bisa Dibeli Tanpa PeduliLindungi, Simak Caranya di Sini!

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X