Harganas, BKKBN Gelar Sejuta Akseptor KB Hingga Desa Terpencil

- Rabu, 15 Juni 2022 | 18:19 WIB
Pelayanan Akseptor oleh BKKBN dalam Rangka Program Sejuta Akseptor. (Rahajeng Pramesi.)
Pelayanan Akseptor oleh BKKBN dalam Rangka Program Sejuta Akseptor. (Rahajeng Pramesi.)

BANTUL, AYOYOGYA.COM --Mengendalikan jumlah penduduk, menjadi faktor penting untuk mewujudkan keluarga sejahtera. Setelah jumlah penduduk dapat dikendalikan, akan lebih mudah untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Demikian ujar Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN DIY Dra. Ita Suryani MKes disela meninjau program pelayanan sejuta akseptor KB di rumah bersalin bidan Tatik Suprihatin Suren Wetan Canden Jetis Bantul, Rabu (15/6/2022) dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas).

Baca Juga: Berikan Kontribusi Tinggi pada Isu Kependudukan, BKKBN Terima Penghargaan dari PBB

Bertolak dari pentingnya pengendalian jumlah penduduk, bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional ke -29. BKKBN menggelar program layanan sejuta akseptor KB. Mendukung kegiatan tersebut perwakilan BKKBN DIY mentargetkan pelayanan kepada lebih dari 11 ribu akseptor dalam satu hari. Pelayanan digelar di 5 kabupaten dan kota di DIY. Dengan alat kontrasepsi IUD, Kondom, Implan, Suntik dan Pil. 

Ita Suryani mengakui, jumlah akseptor KB sempat mengalami penurunan saat Pandemi. Menyusul keterbatasan dalam memberikan layanan sebagai konsekuensi dari pembatasan kontak langsung. Namun seiring meningkatnya kemampuan memberikan layanan tanpa melakukan kontak langsung. Jumlah akseptor kembali meningkat. Sehingga BKKBN mendapat penghargaan sebagai lembaga yang berhasil mengendalikan jumlah penduduk.

Baca Juga: Kepala BKKBN: Awas! Autism dan Stunting Rawan Diakibatkan Jarak Lahir Terlalu Dekat 

Devi Apriyanti salah satu penerima layanan akseptor KB, mengaku sangat terbantu dengan program ini. Selain gratis lokasinya juga tidak terlalu jauh dengan tempat tinggalnya. Warga Sumber Agung Jetis ini memilih alat kontrasepsi IUD, karena lebih praktis. Tidak seperti alat kontrasepsi lain yang harus ganti setiap bulan bahkan setiap hari. Ibu dari tiga anak ini mengaku, secara sadar mengikuti program KB. Karena ingin lebih berkonsentrasi membesarkan buah hatinya.

Baca Juga: SK Bupati Hasto Menjadi Kepala BKKBN Bersifat Informatif

Terpisah, Kepala Perwakilan BKKBN DIY Shodiqin SH MM dmenyampaikan bahwa kegiatan semacam ini mencerminkan gencarnya BKKBN dalam berupaya mencapai target kinerja yang diamanatkan, sehingga layaklah PBB memberikan penghargaan United Nations Population Award kepada BKKBN atas pencapaian selama ini.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X