Harus Dari Kulit Buah Segar, Buat Eco Enzyme Tak Boleh Berbahan Sembarangan

- Jumat, 24 Juni 2022 | 15:17 WIB
Foto ilustrasi ezo enzym (sustaination.id)
Foto ilustrasi ezo enzym (sustaination.id)

BANTUL, AYOYOGYA.COM -- Saat ini slogan back to nature telah menyebar kemana-mana.

Kampanye kembali ke alam menjadi tren dunia yang sangat positif lengkap dengan upaya upaya yang mewujudkan kecintaan pada lingkungan.

Termasuk salah satunya Bank Sampah Alam Lestari, Padukuhan Ceme, RT 02, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul. 

Mereka memproduksi Eco Enzyme yang berasal dari kulit buah-buahan segar. Padahal sebelum tren Eco Enzyme biasanya kulit buah hanya dibuang begitu saja dan dianggap sebagai sampah.

Sementara dalam membuat Eco Enzyme tak boleh dibuat dari bahan sembarangan. Khususnya Eco Enzyme untuk produk kesehatan harus  dibuat dari kulit buah-buahan yang masih segar‎.

Baca Juga: Baksos RSPAU Hardjolukito Berikan Layanan Kesehatan Terbaik bagi Warga

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Ari Budi Nugraha mengatakan Eco Enzyme merupakan produk hasil fermentasi dari kulit buah yang masih segar dan tidak busuk.

Selanjutnya dicampur dengan nira, tetes tebu atau gula kemudian dicampur dengan air dengan perbandingan tertentu kemudian difermentasikan selama tiga bulan.

"Enco enzyme manfaatnya sangat banyak namun intinya tidak untuk diminum, tapi bisa untuk obat luka luar,"ungkapnya.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X