Bukan Kewenangan Ridwan Kamil, Penindakan Holywings Diserahkan Pada Bima Arya dan Yana Mulyana

- Selasa, 28 Juni 2022 | 15:35 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (dok. Pemprov Jawa Barat)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (dok. Pemprov Jawa Barat)

BANDUNG, AYOYOGYA.COM -- Kasus promosi minuman keras (miras) Holywings yang membawa nama Muhammad dan Maria masih berbuntut panjang.

Kali ini, kasus yang disebut-sebut sebagian masyarakat sebagai penistaan agama tersebut mendapat respon dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Lelaki yang akrab dipanggil Kang Emil tersebut meminta kabupaten dan kota di wilayahnya mengambil tindakan tegas terhadap Holywings.

Baca Juga: Keutamaan dan Pahala Berkurban saat Idul Adha, Begini Penjelasan Ustadz Khalid Basalamah

Bila di DKI Jakarta, izin usaha Holywings memang berada dalam kewenangan pemerintah provinsi.

Namun, melansir dari Republika.co.id -- jaringan Ayoyogya.com, Ridwan Kamil mengatakan bahwa di Jawa Barat hal tersebut menjadi kewenangan pemerintah kabupaten dan kota masing-masing.

"Ya kewenangannya kalau di Jakarta ada di Gubernur, kalau di luar Jakarta se Indonesia Raya itu kewenangan izin hiburan hotel, restoran itu ada di wali kota atau bupati," ujar Ridwan Kamil di Gedung Merdeka pada Selasa, 28 Juni 2022.

Emil berharap Bandung dan Bogor bisa mengambil tindakan akibat kasus yang tengah ramai ini. Jika secara aspek hukum harus ditindak tegas dan dari sisi kepatutan ada pelanggaran. "Imbauan saya itu kepada Pak Bima Arya dan Pak Yana," katanya.

Baca Juga: Cara Daftar DTKS Agar Kamu Berpeluang Mendapatkan Berbagai Jenis Bantuan Sosial

Seperti yang diberitakan Republika.co.id sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebutkan, Pemkot Bogor tidak mendapat pemberitahuan terkait perubahan nama Holywings Bogor menjadi Elvis Cafe and Resto.

Kendati demikian, dia menegaskan, izin yang dimiliki Elvis Cafe and Resto merupakan izin rumah makan, cafe, dan restoran.

Baca Juga: Jelang Turun ke Malaysia Open 2022, Tiga Ganda Putri Indonesia Nyatakan Kesiapannya

Pada akhir pekan lalu, Pemkot Bogor menyegel Elvis Cafe and Resto lantaran menemukan ratusan botol minuman beralkohol (minol) golongan B dan C, dengan kadar alkohol di atas 5 persen. Serta bukti penjualan atau bill penjualan minol golongan B dan C.

Padahal, Pemkot Bogor telah mengatur peredaran minol di Kota Bogor melalui Perwali Nomor 48 Tahun 2019, tentang Petunjuk Teknis Penertiban Minuman Beralkohol di Kota Bogor dimana pengusaha di Kota Bogor dilarang untuk menjual minol golongan B dan C. Mengacu pada Perda Nomor 1 tahun 2021 tentang Ketertiban Umum.

"Kalau perubahan nama biasa saja, tapi yang penting tidak boleh melanggar Perwali, Perda, itu dilanggar. Jelas itu. Mereka menjual minol di atas lima persen," kata Bima Arya, Selasa, 28 Juni 2022.

Baca Juga: Daftar Kendaraan yang Dilarang Beli Pertalite

Bima Arya menegaskan, pada saat pembukaan Elvis yang waktu itu bernama Holywings Bogor.

Pada saat pembukaan tersebut, Pemkot Bogor memberikan izin pembukaan Holywings dengan beberapa syarat. Syarat tersebut antara lain adalah tidak menjual minol golongan B dan C, serta menghormati kearifan lokal.***

Editor: Rahma Rizky Wardani

Sumber: Republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X