BPH Migas dan PGN Laksanakan Uji Petik Jargas di Area Jawa Tengah-Jawa Timur

- Jumat, 3 Juni 2022 | 16:36 WIB
Uji petik Jargas oleh PGN di area Jateng dan Jatim. (Dokumen PGN.)
Uji petik Jargas oleh PGN di area Jateng dan Jatim. (Dokumen PGN.)

SURABAYA, AYOYOGYA.COM – BPH Migas melaksanakan kunjungan kerja ke PGN Subholding Gas Pertamina, Sales Operation Regional III Jawa Bagian Tengah, Timur, & Balinusa (PGN SOR III). Salah satu kegiatan dalam kunjungan tersebut adalah melaksanakan Uji Petik untuk melihat keminatan dan daya beli masyarakat atas produk gas bumi yang disalurkan melalui jaringan gas bumi PGN untuk segmen rumah tangga (“RT”) dan pelanggan kecil (“PK”).

Uji Petik di wilayah PGN SOR III akan dilaksanakan di Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kota Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo dan Kota Semarang.

Baca Juga: Pesan Pilu Sang Ibu,  Atalia untuk Emmeril Kahn

General Manager PGN SOR III Edi Armawiria dalam siaran pers Jumat (3/6/2022) menuturkan PGN tengah mengembangkan jargas rumah tangga dan pelanggan kecil melalui program Jargas Non-APBN untuk mendukung pencapaian target 1 Juta Sambungan Rumah (SR) dan optimalisasi pemanfaatan gas bumi untuk sektor lain demi mendukung pemanfaatan energi bersih ramah lingkungan dimasa transisi energi saat ini.

Sejalan dengan hal tersebut, PGN melakukan canvasing market menengah ke atas untuk program jargas non-APBN dan produk baru jargas dengan layanan-layanan tambahan.

PGN dan BPH Migas bersama-sama melakukan Uji Petik untuk meninjau keminatan masyarakat terhadap jargas non-APBN. Melalui kegiatan ini, BPH Migas juga memastikan bahwa penyaluran gas bumi di wilayah Jawa Timur dapat tepat sasaran dan masyarakat dapat menerima benefit atas gas bumi,” kata Edi saat pelaksanaan Uji Petik bersama BPH Migas.

Baca Juga: Kenaikan Harga Pakan Ternak dan Kurangnya Pasokan Hortikultura Dorong Inflasi DIY Mei 2022

“Dalam kegiatan Uji Petik Keminatan, BPH Migas akan memberikan insight peluang untuk mensinergikan dengan beberapa lembaga lain sehingga daya saing dapat berjalan dengan positif,” ujar Wahyudi Anas selaku Komite BPH Migas.

Menurut Wahyudi, dasar pelaksanaan pembangunan jargas adalah RPJMN. Melalui jargas non-APBN oleh PGN, Pemerintah berharap pembangunannya dimaksimalkan agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X