Berbahan Dasar Limbah, Mahasiswa UGM Ciptakan Bantal Anti Bakteri dan Tungau

- Sabtu, 3 September 2022 | 08:30 WIB
Tiga mahasiswi UGM Yogyakarta yang berkreasi  menciptakan bantal antibakteri dan tungau berbahan limbah sabut kelapa, enceng gondok, dan ekstrak daun sirih. (Dok. Humas UGM)
Tiga mahasiswi UGM Yogyakarta yang berkreasi menciptakan bantal antibakteri dan tungau berbahan limbah sabut kelapa, enceng gondok, dan ekstrak daun sirih. (Dok. Humas UGM)

SLEMAN, AYOYOGYA.COM -- Sekelompok mahasiswa UGM berkreasi menciptakan bantal antibakteri dan tungau berbahan limbah sabut kelapa, enceng gondok, dan ekstrak daun sirih.

Produk ini diberi nama BANGAU (Bantal Antibakteri dan  Tungau) yang dapat mencegah potensi munculnya tungau, alergi, dan penyebab alergen lainnya yang berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

BANGAU dibuat oleh Marsyela Tri Aryani, Silvia Rahmawati, Alda Anisah, dan Rizal Aziz Pradana  dari Sekolah Vokasi serta Luthfia Uswatun Khasanah dari Fakultas Biologi.

Kelimanya membuat BANGAU di  bawah bimbingan Saiqa Ilham Akbar BS., S.E., M.Sc melalui  Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan yang berhasil didanai oleh Kemendikbudristek tahun 2022. 

Marsyela mengungkapkan ide awal pembuatan bantal ini dari keprihatinan terhadap persoalan eutrofikasi tanaman eceng gondok yang merusak perairan karena pertumbuhannya relatif cepat.

Baca Juga: Mahasiswa UGM Kuliah Tatap Muka Oktober

Selain itu, ditambah dengan keprihatinan akan banyaknya limbah sabut di masyarakat yang belum termanfaatkan dengan baik. 

Melihat fenomena itu, ia dan keempat rekannya memutar otak mencari solusi guna mengatasi persoalan yang ada. Setelah melakukan kajian pusataka dari sejumlah jurnal mereka menemukan fakta bahwa enceng gondok berpotensi sebagai tanaman obat. Sebab, enceng gondong mengandung senyawa aktif fenol, flavonoid, tanin, alkaloid, terpenoid, steroid, dan glikosida yang memiliki peranan secara biologis sebagai antioksidan, antijamur, antibakteri, dan antikanker. 

“Jadi kami ingin mengolah limbah-limbah tersebut dan berfikir mengembangkan produk  yang lekat dengan kebutuhan manusia berbahan kedua limbah itu. Lalu tercetus ide membuat bantal,” jelasnya dalam siaran pers Sabtu (3/9/2022). 

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resesi Global 2023 Mengancam, Mahasiswa Bisa Apa?

Rabu, 30 November 2022 | 08:00 WIB

Selamat! UGM Raih Dua Penghargaan dari Kemenkes 

Selasa, 8 November 2022 | 11:00 WIB
X