Songsong 1 Abad NU, PBNU Luncurkan Seri Halaqah Fiqih Peradaban

- Kamis, 11 Agustus 2022 | 20:31 WIB
Konferensi Pers Peluncuran Seri Halaqah Fiqih Peradaban. (Ayoyogya.com/Rahajeng Pramesi)
Konferensi Pers Peluncuran Seri Halaqah Fiqih Peradaban. (Ayoyogya.com/Rahajeng Pramesi)

BANTUL, AYOYOGYA.COM -- Menyongsong peringatan satu abad Nahdlatul Ulama,  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar peluncuran Seri Halaqah Fiqih Peradaban.

Acara digelar di komplek Pondok Ali Maksum Krapyak Panggungharjo Sewon Bantul, Kamis (11/8/2022).

Ketua PBNU KH Yahya Cholil Tsaquf memastikan, dipilihnya Pondok Pesantren Krapyak sebagai peluncuran Seri Halaqah Fiqih Peradaban.

Tidak lepas dari sejarah lahirnya keputusan  monumental Muktamar 1999. Terkait perlunya aktualisasi Fiqih, yang membuka wawasan baru tentang pemikiran yang lebih dinamis di kalangan ulama.

Baca Juga: Dihadiri Ketua PBNU, Hipmi DIY Dukung Gerakan Syariah Preneur  

Ketua Pelaksana Seri Halaqah Fiqih Peradaban PBNU, Ulil Abshar Abdalla saat konferensi pers menjelaskan, kegiatan ini merupakan gagasan dari Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Tsaquf. Menghidupkan kembali budaya berdiskusi di lingkungan Pondok Pesantren. Budaya ini pernah tumbuh subur saat PBNU dipimpin oleh KH Abdurrahman Wachid (Gusdur). 

Seri Halaqah Fiqih Peradaban akan digelar di 250 titik di seluruh Indonesia. Digelar hingga awal 2023, melibatkan 12.500 Kyai dan Nyai Pondok Pesantren. Dengan harapan kalangan Pondok Pesantren dapat mencari titik temu, antara Fiqih Siyasah dan Peradaban. Untuk melahirkan gagasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengambil tema utama Fiqih Siyasah NU dan Realita Peradaban dunia baru. Pelaksanaan Seri Halaqah Fiqih Peradaban dibagi menjadi 5 tema besar. Masing - masing Fiqih Siyasah dan Kehidupan bernegara, Fiqih Siyasah dan Kehidupan berbangsa, Fiqih Siyasah dan Kewarganegaraan, Fiqih Siyasah dalam perang dan damai serta Fiqih Siyasah dan kaum minoritas.

Tema besar ini akan dibagi menjadi sub tema kecil yang dibahas di Pondok Pesantren. Agar pembahasan dapat dilakukan lebih tajam dan mendalam.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X