Nyicil Ayem! Polri Klaim 26 Juta Dokumen yang Dibocorkan Hacker adalah Data Usang  

- Jumat, 23 September 2022 | 14:44 WIB
Ilustrasi Kebocoran Data. (Pixabay)
Ilustrasi Kebocoran Data. (Pixabay)

 

JAKARTA, AYOYOGYA.COM -  Berdasarkan hasil penelusuran Tim Siber Polri, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo menyebutkan 26 juta dokumen yang diduga dibocorkan oleh peretas adalah data usang.

"Saya sudah tanyakan. Setelah didalami Tim Siber, itu hoaks. Data pada tahun 2016," kata Dedi melansir Republika Jumat (23/9/2022).

Baca Juga: Ditengah Ramainya Kasus Bjorka, DPR Sahkan RUU Perlindungan Data Pribadi

Selain data usang, dokumen atau data tersebut juga bisa didapatkan dengan mudah di internet.

Ia lantas mencontohkan tidak ada keterkaitan antara data yang satu dan yang lainnya, seperti data Polda Kalimantan Tengah tidak nyambung dengan data Polda Metro Jaya.

Baca Juga: Puan Maharani: Waspada! Indonesia Peringkat Ketiga Negara Paling Banyak Alami Peretasan Data

"Data itu bisa didapat di internet. Datanya dari Polda Kalteng wis enggak nyambung dengan Polda Metro," kata Dedi.

Meskipun demikian, dugaan kebocoran data tersebut tetap bakal didalami. Pendalaman untuk melacak pelaku penyebarnya, kemudian memproses secara hukum.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Sumber: Republika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menolak Mundur, Iwan Bule: Salam Untuk Netizen Ya!

Jumat, 7 Oktober 2022 | 14:20 WIB
X