NasDem Usung Tiga Nama Capres, Pengamat Politik: Test Case bagi Masyarakat

- Jumat, 24 Juni 2022 | 17:25 WIB
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengumumkan tiga nama bakal capres hasil Rakernas, yakni Anies Baswedan, Andika Perkasa dan Ganjar Pranowo, di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (17/6/2022). [Suara.com/Bagaskara Isdiansyah]
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengumumkan tiga nama bakal capres hasil Rakernas, yakni Anies Baswedan, Andika Perkasa dan Ganjar Pranowo, di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (17/6/2022). [Suara.com/Bagaskara Isdiansyah]

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM-- Pemilihan Presiden (Pilpres) Indonesia baru akan dimulai dua tahun mendatang, tahun 2024.

Namun isu-isu seputar pesta demokrasi terbesar ini sudah tumpah ruah di masyarakat, diantaranya adalah isu mengenai siapakah sosok yang digalakkan untuk menjadi bakal calon presiden Indonesia.

Baru-baru ini partai politik Nasional Demokrat (NasDem) mengusung tiga nama sebagai rekomendasi bakal calon presiden. Tiga nama tersebut adalah Anies Baswedan, Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, dan Jenderal Andika Perkasa, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Dengan ini, partai NasDem pun menjadi partai politik pertama yang mendeklarasikan calon presidennya.

Menanggapi isu ini, Dr. Tunjung Sulaksono, S.IP., M.Si., Pakar Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam siaran pers Jumat (24/6/2022) menjelaskan bahwa kemunculan nama-nama tokoh yang dianggap berpeluang untuk menjadi calon presiden ke permukaan adalah hal yang wajar, karena pada pilpres figur atau ketokohan lebih berperan dibandingkan dengan partai politik.

Baca Juga: Deklarasi Petani Milenial Jogja Dukung Ridwan Kamil Capres 2024

Kendati demikian, sesuai dengan Undang-Undang Pemilu No. 7 Tahun 2017 jelas tertulis bahwa calon presiden harus diajukan oleh partai politik yang memiliki minimal 20% kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) atau 25% suara sah secara nasional. Ini berarti ketokohan tersebut harus didukung dengan adanya partai politik.

“Mungkin saja melalui deklarasinya ini, NasDem secara politis berharap adanya implikasi masyarakat untuk melihat NasDem sebagai partai dan memberikan keuntungan dalam pemilu legislatif. Dari ketiga nama yang diusung tersebut, tidak ada satupun yang merupakan kader partai NasDem. Lho, terus kenapa direkomendasikan? Bisa saja agar partai NasDem tercatat sebagai partai yang berani memunculkan capres pertama. Bisa dibilang untuk menarik perhatian masyarakat,” tambah Tunjung.

Dua nama yang diusung NasDem, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo masih menjabat sebagai kepala daerah di daerah masing-masing.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X