Bikin Nggrantes, Ridwan Kamil Bagikan Cerita Perjalanan Eril di Medsos: Kamu Sejatinya adalah Pahlawan

- Senin, 6 Juni 2022 | 09:00 WIB
Postingan IG Ridwan Kamil tentang kepergian Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril yang meninggal tenggelam di Sungai Aare Swiss. (IG Ridwan Kamil)
Postingan IG Ridwan Kamil tentang kepergian Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril yang meninggal tenggelam di Sungai Aare Swiss. (IG Ridwan Kamil)

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan keluarga sudah sampai di tanah air. Mereka sudah mengikhlaskan dan telah meyakini anak pertama Emmeril Kahn Mumtaz meninggal tenggelam di Sungai Aare meski jasadnya belum ditemukan.

Disela kesibukan menerima ribuan tamu pelayat mulai pejabat hingga warga biasa mengucapkan duka cita, pada Minggu malam (5/6/2022) sekitar pukul 22.00 WIB ia sempat menuliskan kesaksian atas kiprah dan semangat hidupnya.

Melansir dari akun Instagram @ridwankamil Senin (6/6/2022) berikut isi tulisan tentang Eril.

Baca Juga: Ridwan Kamil Minta Doa Supaya Emmeril Kahn Segera Ditemukan, Athalia Ubah Profil Instagram

Bismillah dan mohon maaf,
Ijinkan saya selaku ayahanda Eril, untuk memberi kesaksian atas kiprah dan semangat hidupnya selama ini.
Saya tahu betul, Eril jika masih ada, pasti tidak terlalu senang jika amal atau kebaikannya diceritakan.
Namun sesuai saran ulama,
ini adalah kewajiban saya selaku ayah, dan ini adalah hak dari Eril yang sudah berpulang yang wajib ditunaikan.
Inilah berjuta alasan juga, kenapa kami sudah sangat mengikhlaskan kepergiannya.
Semoga berkenan dan semoga semua bisa memetik hikmahnya.
Jazakallah. Hatur Nuhun.

Ridwan Kamil kemudian membagikan video cerita tentang Eril. Berikut isi video unggahan Ridwan Kamil

Kapan Kita Pulang?
Kisah tentang Eril, anak lelaki kesayangan kami, hakekatnya adalah cerita tentang kita semua. Hakekat bahwa semua dari kita, pasti akan pulang. Dengan waktu, tepat dan cara yang kita tidak akan pernah selalu tahu.

Hidup di dunia ini sesungguhnya adalah tentang perjalanan bukan tujuan. Dan seperti cerita setiap perjalanan, kisah selalu dimulai dari sebuah titik awal. Dan kisah akan selesai di sebuah titik akhir.

Dan untuk setiap yang datang, pasti akan ada saatnya untuk kembali pulang.
Agar perjalanan selamat, maka petunjuk jalan dan bekalnya harus kita siapkan. Petunjuk jalan adalah keimanan, Bekal perjalanan adalah anfauhum linnas, yaitu tas berisi pahala amal-amal kebaikan kita.
Itu hakekat cerita Ananda Eril.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Sumber: akun Instagram @ridwankamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X