Bantul akan Kembangkan Sistem Pengelolaan Sampah Antara, Ini Penjelasannya!

- Kamis, 22 September 2022 | 19:00 WIB
Ilustrasi sampah (Pixabay)
Ilustrasi sampah (Pixabay)

BANTUL, AYOYOGYA.COM- Pemkab Bantul berencana mengembangkan sistem pengelolaan sampah antara. Untuk terus mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Piyungan. Seiring bertambahnya volume sampah di Bantul.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul Ari Budi Nugroho rencananya akan dibangun dua instalasi pengolahan sampah antara. Masing - masing di wilayah Sewon dengan kapasitas pengolahan 5 Ton perhari. Serta di wilayah Banguntapan dengan kapasitas pengolahan 20 Ton perhari.

Baca Juga: Waduh, TPST Piyungan Diprediksi pada 2023 Tak Mampu Lagi Tampung Sampah

Ari Budi Nugroho menjelaskan, volume sampah di kabupaten Bantul bertambah sekitar 10 Ton pertahun. Namun kondisi ini tidak dibarengi meningkatnya upaya pengolahan sampah oleh masyarakat. Akibatnya pengurangan volume sampah yang dibuang ke TPA Piyungan belum signifikan. Sehingga pemkab Bantul juga perlu melakukan pengolahan.

Baca Juga: Olah Sampah Jadi Kompos? Berikut Cara dan Penjelasannya

Dengan sistem pengelolaan sampah antara, sampah dari depo tidak langsung dibuang. Melainkan dipilah dahulu oleh Pemkab Bantul. Sehingga pengolahan dilakukan dalam dua tahap. Setelah sebelumnya sudah dilakukan oleh masyarakat. Sehingga sampah yang dibuang ke TPA Piyungan benar - benar residu yang tidak dapat didaur ulang.

Tujuan utama pengembangan sistem pengelolaan sampah antara, untuk memfasilitasi masyarakat perkotaan yang tidak memiliki lahan untuk lokasi pengolahan sampah. Utamanya sampah organik yang menyumbang 60 persen total sampah kabupaten Bantul. Serta belum banyak diolah, karena butuh biaya dan waktu.

Baca Juga: Ogah Pakai Teknologi Tinggi, Bantul Masih Andalkan Pemilahan untuk Atasi Sampah

Selama ini masyarakat lebih memilih sampah anorganik untuk diolah. Karena tidak perlu penanganan tambahan agar laku dijual. Sampah seperti kertas dan plastik cukup dipilah untuk dapat dijual. Sedangkan sampah organik seperti daun, buah dan sayuran harus diolah menjadi kompos untuk dapat dijual.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X