Menilik Keindahan Panorama Alam di Atas Awan, Wisata Desa Wae Rebo Nusa Tenggara Barat

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 10:00 WIB
Desa Wisata Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur.  (Instagram@jagonya.wisata)
Desa Wisata Wae Rebo, Nusa Tenggara Timur. (Instagram@jagonya.wisata)

NTT,AYOYOGYA.COM- Desa Wae Rebo adalah desa wisata yang terletak di Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sudah dibuka pada tahun 2007. Karena terletak di dataran tinggi bagian selatan Pulau Flores dengan jarak kurang lebih 60km dari Labuan Bajo, desa dengan ketinggian 1.200 mdpl ini menyuguhkan keindahan panorama dari ketinggian, serta kabut-kabut yang mulai turun di sore hari.

Baca Juga: Pondok Tegalsambi, Cara Baru Eksplor Wisata Pantai Sambil Kulineran 

Beberapa penghargaan diraih oleh desa wisata ini, diantaranya Anugrah Desa Wisata Indonesia atau ADWI pada tahun 2021, Award of Excellence yang di berikan oleh UNESCO untuk kategori budaya dan turisme pada Unesco Qsia Pacific Award for Cultural Heritage, pada 27 Agustus 2012. Penghargaan tersebut merupakan penghargaan tertinggi untuk kategori konservasi warisan budaya. Penghargaan ini di dapatkan karena pada tahun 2012 revitalisasi desa Wae Rebo di lakukan dengan menjaga keaslian serta proses pembangunan tradisional.

Selain pemandangan alam yang menjadi daya tarik wisatawan, desa Wae Rebo juga menyuguhkan budaya dan adatnya yang khas, termasuk juga rumah-rumah Mbaru Niang yang khas. Sesuai namanya rumah ini berbentuk kerucut dengan atap dari daun lontar, Mbaru berarti rumah, dan Niang berarti tinggi dan bulat.

Baca Juga: Falling Love With Cantiknya Wisata Pantai Widodaren Gunungkidul yang Bikin Baper

Satu Mbaru Niang terdiri atas enam Kepala Keluarga, dengan tiap kepala keluarga tinggal dalam kamar-kamar yang berbeda dengan anaknya, namun saat anaknya berusia lima tahun ke atas, mereka tidur di area luar kamar. Tiap Mbaru Niang juga terdapat dapur yang berisi tungku-tungku, jumlah tungku ini sesuai dengan jumlah kepala keluarga yang tinggal di rumab tersebut.

Untuk menyambut para tamu terdapat rumah khusus yang terdiri dari delapam kepala keluarga, di rumah tersebug tamu akan disambht dengan upacara adat yang menggunakan bahasa Manggarai, atau bahasa daerah setempat.

Para tamu yang berkunjung akan disediakan Mbaru Niang khusus tamu. Pengunjung juga harus beradaptasi dengan keadaan desa yang sangat tradisional, tanpa pengaruh dunia luar, karena di desa ini sinyal tidak dapat terjangkau oleh telepon selular, tidak pengaruh dengan media sosial, bahkan di desa ini juga tidak terdapat televisi.

Baca Juga: Menikmati Pasar Djajanan Tempo Doeloe Desa Lerep, Wisata Kuliner  Semarang yang Cocok untuk Nostalgia

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Makanan Khas Jogja yang Wajib Dinikmati

Selasa, 29 November 2022 | 23:35 WIB

BTN Hadir di RSPAD Gatot Subroto

Sabtu, 17 September 2022 | 16:41 WIB
X