Cat Tembok Tak Rata, Ini Kesalahan yang Terjadi Saat Mengecat Tembok

- Kamis, 29 September 2022 | 13:17 WIB
Pelatihan Pengecatan oleh Produsen Cat Jotun. (Istimewa.)
Pelatihan Pengecatan oleh Produsen Cat Jotun. (Istimewa.)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Ada sejumlah kesalahan yang tak jarang dilakukan saat melakukan pengecatan tembok rumah, termasuk persentase pencampuran dan kelembaban permukaan.

Ananto Prasetio, Area Sales Koordinator Jawa Tengah dan DIY PT Jotun Indonesia, di Hotel Horison Riss Yogyakarta menuturkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan memuaskan dalam pengecatan tembok, hal utama yang harus diperhatikan adalah kesiapan media atau permukaan tembok itu.

Sebab, 90 persen pengecatan bermasalah berawal dari media yang belum siap.

“Cara mengecat yang benar, media harus sudah siap. Biasanya pengecatan bermaasalah 90 persen dari media yang belum siap,” katanya dalam siaran pers.

“Misalnya kalau tembok masih basah, atau kandungan garamnya masih tinggi. Tentunya kalau dipaksa untuk dicat, akan bermasalah.”

Baca Juga: Waduh! Kantor LBH Yogyakarta Dilempar Benda Mirip Bom Molotov, Tembok dan Jendela Gosong

Menurutnya, permukaan tembok siap untuk dicat setelah 30 hari seusai pengacian, tapi ada faktor lain yang memungkinkan lebih dari itu, contohnya kelembaban udara di dataran tinggi.

“Kalau lembab, catnya akan berubah warna, kayak ngompol-ngompol, misalnya warna aslinya pink, tapi di beberapa tempat jadi merah.”

Kesalahan lain yang sering terjadi, lanjut dia, ada pada proses pencampuran cat dengan air. Seharusnya penambahan air hanya lima persen dari volume cat.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X