Ritual Cukur Gimbal, Tradisi Unik di Dieng yang Jadi Potensi Wisata

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 14:00 WIB
Gambar ritual ruwatan rambul gimbal di Dieng.   (Instagram @andinomoto)
Gambar ritual ruwatan rambul gimbal di Dieng. (Instagram @andinomoto)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM- Dieng memiliki tradisi unik bagi anak-anak yang memiliki rambut gimbal, yaitu mencukurnya dengan tata cara tertentu. Adanya beberapa masyarakat yang memiliki rambut gimbal ini dipercayai dapat mendatangkan musibah atau nasalah sehingga harus diruwat. Proses ruwat ini juga dipercaya dapat mendapatkan rezeki serta rambut anak akan kembali normal.

Anak-anak yang memiliki rambut gimbal ini disebut sebagai bocah bajang, dimana bocah bajang dipercayai oleh masyarakat setempat merupakan titipan dari Nyai Dewi Roro Ronce yang mendiami kawasan tersebut kepada Kiai Kaladete yang menurut legenda merupakan pendiri Wonosobo. Sedangkan Nyai Dewi Roro Ronce dipercayai sebagai abdi ratu laut selatan, Nyai Roro Kidul. Oleh sebab itu setelah rambut dicukur harus dilarung ke laut agar kembali ke pemiliknya.

Baca Juga: Jangan Lewatkan Dieng Culture Festival 2022, Ada Pencukuran Rambut Anak Gimbal dan Pesta Lampion

Karena dipercayai sebagai titipan penguasa Dataran Tinggi Dieng, maka naka bajang atau anak-anak yang memiliki rambut gimbal ini diperlakukan lebih istimewa dan di manja oleh orangtuanya.

Sebelum ritual cukur gimbal dimulai biasanya anak akan di tanyai tentang keinginannya, kemudian orangtua harus memenuhi keinginan anak itu, jika tidak rambut gimbal yang sudah dipotong akan kembali tumbuh kembali meski telah di potong beberapa kali.

Baca Juga: Ini Hukum Larangan Potong Kuku Jelang Idul Adha Bagi yang Akan Berkurban

Sebelum ritual dimulai biasanya juga akan dilakukan doa di beberapa tempat seperti di Candi Gatot Kaca, Candi Bima, Kawah Sikidang, Sendang Maerokoco, Candi Dwarawati, Telaga Balai Kambang, komplek Pertapaan Mandalasari (gua di telaga warna), tempat pemakaman Dieng, dan Kaki Pepek. Setelah hal ini dilaksanakan kemudian pada malam harinya dilaksanakan ritual Jamasan atau pencucian pusaka yang dibawa saat kirav anak-anak rambut Gimbal. Keesokkan harinya dilaksanakan kirab menuju tempat pencukuran. Kirab dimulai dari rumah sesepuh atau pemangku adat dan berhenti di Sendang Maerokoco atau Sendang Sedayu, kirab ini juga di kawal oleh tokoh masyarakat, masyarakat, serta kerlompok paguyuban seni tradisional.

Baca Juga: Buang Sukerto, Ritual Warga Nglindur Gunungkidul Usir Covid-19

Ritual ini juga pernah menjadi acara puncak dalam perhelatan Dieng Culture Festival tahun 2021 lalu yang diikuti oleh beberapa anak gimbal. Mereka juga melakukan permintaan seperti meminta sepeda, dibelikan jajan dan digendong oleh bapaknya, pergelaran pertunjukan rewo-rewo bahkan ada juga yang hanya meminta rambutnya di potong di Dataran tinggi Dieng.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Resep Bikin Pempek Palembang Anti Gagal

Sabtu, 17 September 2022 | 20:18 WIB

Kumpulan Kata Bijak dari Buya Hamka

Senin, 22 Agustus 2022 | 12:00 WIB

Ini Kumpulan Kata Bijak dari Tan Malaka

Senin, 22 Agustus 2022 | 11:00 WIB

Kumpulan Kata Bijak dari Socrates

Senin, 22 Agustus 2022 | 09:30 WIB

Waktu di Bumi Makin Singkat, Benarkah Tanda Kiamat?

Kamis, 4 Agustus 2022 | 15:32 WIB
X