Akibat Faktor Gizi, Angka Kasus Stunting di Indonesia Capai 27,7 Persen

- Kamis, 26 Agustus 2021 | 11:11 WIB
Ilustrasi bayi  (Pixabay)
Ilustrasi bayi (Pixabay)

JAKARTA, AYOYOGYA.COM-- Saat ini, Indonesia berada di urutan 115 dari 151 negara di dunia dengan kasus stunting atau kekerdilan. Dari data tercatat angka kekerdilan nasional masih 27,7 persen.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin seperti dilansir dari republika.co.id, Kamis (26/8/2021) mengatakan masalah gizi pada balita di Indonesia masih cukup tinggi.

Baca Juga: Bayi Alergi Susu Sapi, Ini Gejalanya

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah di seluruh dunia yang perlu diselesaikan. Menurut Budi, masalah kurang gizi pada anak diawali dengan penurunan berat badan.

Studi menunjukkan penurunan berat badan umumnya terjadi saat bayi berusia pada 3 sampai 4 bulan di mana dalam kondisi ibu kembali bekerja dan tidak optimal saat memberi air susu Ibu (ASI).

Berdasarkan data, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, angka bayi yang berusia 0-6 bulan yang mendapat ASI eksklusif turun dari angka 68,7 persen pada 2018 menjadi 65,8 persen pada 2019. Kemudian pada 2020 turun ke angka 53,9 persen.

Baca Juga: Benarkah Percikan ASI sebabkan Mata Bayi Terganggu? Ini Faktanya

Ditegaskan Menkes, seorang ibu yang tidak menyusui eksklusif akan memiliki risiko 2,6 kali lebih tinggi untuk anaknya mengalami kekerdilan pada usia 0 sampai 6 bulan dan dua kali lebih pada usia 6 sampai 23 bulan.

"Ibu menyusui diimbau tidak takut divaksinasi karena antibodi dapat terdeteksi di ASI dan berpotensi meningkatkan kekebalan bayi terhadap Covid-19," katanya.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Sumber: republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X