Rugikan Negara Capai Rp427 Miliar, Kejagung Tetapkan Alex Noerdin Tersangka Dugaan Korupsi Gas Bumi

- Kamis, 16 September 2021 | 16:13 WIB
Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin (tengah) berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (29/7/2021). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso via Suara.com)
Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin (tengah) berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (29/7/2021). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso via Suara.com)

JAKARTA, AYOYOGYA.COM -- Gubernur Sumatra Selatan (Sumsel) dua periode mulai 2008-2018 Alex Noerdin ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Penetapan tersangka ini karena dugaan kasus korupsi gas bumi yang dilakukan oleh Alex Noerdin sehingga atas tindakannya kerugian negara mencapai Rp427 miliar.

Penetapan tersangka disampaikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), pada Kamis (16/9/2021). Alex Noerdin menjadi tersangka terrkait dugaan korupsi pembelian gas bumi Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel.

Jampidsus juga menetapkan Muddai Maddang (MM), mantan komisaris PDPDE Gas, sebagai tersangka. Terkait kasus ini, penyidikan di Jampidsus, juga sudah menetapkan empat orang tersangka.

Persis sepekan lalu, Kamis (2/9), Jampidsus terlebih dahulu sudah menetapkan dua tersangka yakni Caca Isa Saleh S (CISS), selaku Direktur Utama (Dirut) PDPDE Sumsel, bersama A Yaniarsyah (AY), Direktur PT Dika Karya Lintas Nusa (DKLN).

Baca Juga: 10 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Stadion Mandala Krida Diperiksa KPK

Melansir Republika- jaringan Ayoyogya.com Kamis (16/9/2021), Direktur Penyidikan Jampidsus, Supardi membenarkan kabar tentang penetapan Alex Noerdin, dan Muddai Maddang tersebut. 

Supardi menjelaskan, saat ini, Alex maupun Muddai, masih dalam pemberkasan untuk status hukum baru terhadap keduanya. Ketika ditanya apakah keduanya bakal langsung dilakukan penahanan, Supardi belum dapat memastikan. 

“Apapun nanti, tunggu rilis resmi,” ujar Supardi.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Sumber: Republika

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Apa itu Petrus? Penembakan Misterius Era Orde Baru

Kamis, 11 Agustus 2022 | 07:30 WIB
X