6 Kecamatan Boyolali Rawan Kekeringan, Ini yang Dilakukan BPBD

- Selasa, 7 September 2021 | 01:58 WIB
Ilustrasi -- Kekeringan.  (istimewa)
Ilustrasi -- Kekeringan. (istimewa)

BOYOLALI, AYOYOGYA.COM -- Ada enam kecamatan di Kabupaten Boyolali yang masuk daerah rawan kekeringan saat musim kemarau.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo mengaku sudah ada enam kecamatan yang meminta bantuan air bersih.

"Kami sudah melakukan dropping air bersih untuk masyarakat yang membutuhkan, di daerah rawan kekeringan sejak pekan lalu hingga sekarang," ujarnya, Senin (6/9/2021).

Baca Juga: BNPB Ingatkan, Awas 4 Daerah Rawan Kekeringan Meteorologis

Enam daerah yang rawan kekurangan air bersih, yakni Kecamatan Juwangi, Wonosegoro, Wonosamudro, Kemusu, Selo, dan Tamansari. "Kami akan merapatkan droping air bersih untuk masyarakat daerah rawan kekeringan yang membutuhkan bantuan, pada Rabu (8/9)," katanya, dilansir dari Republika dan Antara.

Sementara itu, Legiyem, salah satu warga Desa Lanjaran Kecamatan Tamansari Boyolali mengatakan warga Desa Lanjaran sudah banyak yang membeli air bersih sejak April hingga sekarang. Air bersih itu, untuk kebutuhan sehari-hari dan digunakan memberi minum ternak sapi. Keluarganya selama ini, hanya mengandalkan air hujan yang ditampung dalam bak air.

Baca Juga: 7 Keuntungan Suka Minum Air Hangat

"Kami mengandalkan air hujan. Sejak April sudah tidak ada hujan, jadi kami mulai kesulitan aiar bersih. Karena, air hujan di tampungan dimanfaatkan untuk memasak, mencuci, dan kebutuhan sehari-hari termasuk buat ternak," katanya.

Bahkan, keluarganya selama kemarau ini, sudah membeli 10 tangki air ukaran 6.000 liter. Harga air satu hingga Rp 130 ribu/tangki dan Rp 250 ribu untuk dua tangki. Dua tangki air untuk kebutuhan sehari-hari habis dalam dua pekan.

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Apa itu Petrus? Penembakan Misterius Era Orde Baru

Kamis, 11 Agustus 2022 | 07:30 WIB
X