Ada Program dari Pusat, Jumlah Napi Cebongan Turun Saat Pandemi

- Selasa, 6 April 2021 | 17:30 WIB
Petugas gabungan melakukan penggeledahan dan razia di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B di Cebongan, Mlati, Sleman, Selasa (6/4/2021). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)
Petugas gabungan melakukan penggeledahan dan razia di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B di Cebongan, Mlati, Sleman, Selasa (6/4/2021). - (SuaraJogja.id/Hiskia Andika)

SLEMAN, AYOYOGYA.COM -- Kepala Lapas Kelas II B di Cebongan, Mlati, Sleman Kusnan menyebut, tak ada kelebihan kapasitas tahanan hingga saat ini.

Menurutnya, beberapa program dari pemerintah menjadi sebab utamanya. "Tidak ada over kapasitas di sini," kata Kusnan, Selasa (6/4/2021).

Disampaikan Kusnan, Lapas Kelas II B Cebongan memiliki kapasitas sebanyak 225 orang. Sementara untuk saat ini tercatat ada 228 orang.

"Over cuma 3 orang. Dari kapasitas 225 orang yang menghuni 228 orang artinya masih berimbang," ujarnya, dilansir dari Suara.com--jaringan Ayoyogya.com.

Disampaikan Kusnan, selama pandemi Covid-19 ini justru malah penghuni Lapas Kelas II B Cebongan mengalami penurunan. Sebelumnya bahkan warga binaan yang ada di sana bisa mencapai 300-an orang.

"Kalau pandemi ini kita sekarang biasanya 300-an orang sekarang 225 orang malah turun," ucapnya.

Berkurangnya jumlah tahanan itu bukan tanpa sebab. Menurutnya program dari pemerintah pusat terkait dengan asimilasi sejauh ini cukup membantu para warga binaan untuk lebih cepat mengakhiri masa tahanannya.

"Ya (penurunan jumlah tahanan) itu karena adanya program dari pusat, ada program asimilasi," tuturnya.

Pada tahun 2021 yang baru berjalan tiga hingga empat bulan ini saja, asimilasi sudah dilakukan oleh Lapas Kelas II B Cebongan sebanyak lebih kurang 30 orang. Dari jumlah itu belum ada laporan atau temuan penahanan kembali pada tahanan yang telah mendapatkan asimiliasi.

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Terkini

X