Pemda DIY Akui Penyekatan Perbatasan Tak Efektif Halau Wisatawan ke Jogja: Pilih Perketat PeduliLindungi

- Kamis, 24 Februari 2022 | 17:00 WIB
Salah seorang ojol melakukan scan barcode aplikasi pedulilindungi.id untuk bisa masuk ke mall di DIY.  (Suara.com/ Putu Ayu Palupi)
Salah seorang ojol melakukan scan barcode aplikasi pedulilindungi.id untuk bisa masuk ke mall di DIY. (Suara.com/ Putu Ayu Palupi)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM- Rencana Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang akan kembali memperketat penyekatan di perbatasan lantaran makin tingginya kasus Covid-19 sepertinya tak bisa berjalan lancar.

Bahkan, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY pun mengakui penyekatan perbatasan tak efektif dilakukan khususnya untuk menghalau wisatawan yang datang ke Jogja.

Menurut Sekda DIY Baskara Aji, saat ini jumlah wisatawan yang masuk ke DIY sangat banyak setiap harinya. Bus-bus wisata pun berseliweran keluar masuk DIY di berbagai kawasan wisata meski DIY masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

"Kita sekarang sudah sulit mengatur wisatawan karena keinginan masyarakat untuk wisata ke Jogja sudah cukup tinggi. Kemudian upaya untuk penyekatan juga tidak efektif dan kontraproduktif," ungkap Sekda DIY di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (23/2/2022).

Baca Juga: Info dan Jadwal Vaksin Sleman Hari Ini sampai Kamis 23 Desember 2021, Jangan Lupa Daftar di PeduliLindungi

Melansir SuaraJogja.id-jaringan Ayoyogya.com, Kamis (22/2), penyekatan bus dan kendaraan yang masuk ke perbatasan DIY, sebut dia, hanya akan menimbulkan kemacetan.

Bila hal itu dilakukan pun, banyak sopir bus yang menghindari pemeriksaan petugas dengan mengambil jalan alternatif untuk masuk ke DIY.

Akibatnya, banyak jalan yang rusak karena dilewati bus-bus pariwisata. Bila dibiarkan akan terjadi pemborosan anggaran untuk perbaikan infrastruktur.

"Wong tidak ada penyekatan aja macet, apalagi ada penyekatan. Disekat pun mereka akan cari jalan lain. Jalan-jalan yang tidak seharusnya dilalui, nanti repot. Pertama boros dan merusak jalan jalan yang seharusnya tak dilewati bus tapi dilewati bus," papar mantan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga DIY itu.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Sumber: Suara.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X