Autumn Course, Cara FISIP UPNVY Kenalkan Budaya Indonesia ke Kancah Internasional

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 08:37 WIB
Rektor UNPVY saat membuka  Autumn Course bertajuk Breathing, Living Heritage secara daring. (Dokumen Humas FISIP UPNVY.)
Rektor UNPVY saat membuka Autumn Course bertajuk Breathing, Living Heritage secara daring. (Dokumen Humas FISIP UPNVY.)

SLEMAN, AYOYOGYA.COM-  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Univeritas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY) memperkenalkan budaya Indonesia ke kancah internasional melalui kegiatan Autumn Course.

Kegiatan Autumn Course bertajuk Breathing, Living Heritage diikuti mahasiswa dari Rusia, China, Thailand, Filipina, Vietnam, Malaysia, Singapura dan Indonesia.

Kegiatan dikemas dalam tiga bentuk yakni bincang internasional, kegiatan partisipatif dan travel virtual. Rektor UPNVY, M Irhas Efendi melalui siaran pers yang diterima Ayoyogya.com Jumat (29/10/2021) mengatakan melalui kegiatan ini, UPNVY ingin menunjukkan kontribusi bagi perdamaian dunia, meskipun hanya sedikit.

Baca Juga: Musik Nusantara untuk Pendidikan Karakter, Cek Faktanya

“Perdamaian tidak hanya tentang membatasi konflik, namun juga meningkatkan kerjasama. Damai adalah tentang membangun sikap saling memahami dan harmoni,” paparnya.

Menurutnya, universitas memainkan peranan penting dalam menumbuhkan budaya damai dan saling memahami. Ia meyakini institusi pendidikan harus berada di garis depan dalam perjuangan menciptakan dunia yang damai.

"Namun yang lebih penting, kami berharap acara ini dapat memfasilitasi dialog antarbudaya dan meningkatkan sikap saling memahami di antara kita semua. Kenal itu awal, cinta itu kedua, namun menyadari bahwa kita adalah bagian dari dunia yang sama, bangsa manusia yang sama, dan kepentingan yang sama, adalah hadiah terbesar bagi kita semua,” terangnya lagi.

Baca Juga: Begini Cara Menyisipkan Pendidikan Karakter pada KBM Daring Bahasa Jawa

Terpisah, Dekan FISIP UPNVY, Machya Astuti Dewi mengungkapkan melalui kegiatan ini FISIP UPNVY berupaya mengambil peran secara lokal namun berorientasi global melalui kegiatan internasional yang didasarkan pada kearifan budaya lokal.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X