Memintal Helai Kehidupan Lewat Siter, Alat Musik yang Hampir Punah

Rahajeng Pramesi
- Selasa, 28 Desember 2021 | 17:30 WIB
Siter Sister yang berkomitmen melestarikan alat musik Siter yang saat ini hampir punah. (Istimewa.)
Siter Sister yang berkomitmen melestarikan alat musik Siter yang saat ini hampir punah. (Istimewa.)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM - Pada panggung yang terlihat tidak terlalu luas, tiga perempuan dan tiga laki-laki menyajikan musik yang didominasi siter (alat musik Jawa). 

Siter itu dimainkan oleh tiga perempuan itu, dengan kebaya yang menambah kecantikannya dan satu lagi, lelaki dengan blangkonnya. Dua pemain lainnya memainkan kendang dan bass.

Siter, alat musik yang hampir punah karena bisa dihitung dengan jari para pemainnya. Alat musik yang seperti halnya gamelan, rebab atau bonang yang makin ditinggalkan oleh generasi muda.

Warisan budaya yang makin terlupakan, senyap dalam kemajuan jaman yang pengap. 
Ironis lagi anak-anak muda saat ini lebih memuja boy band Korea (K-Pop).
Kesenyapan yang menimbulkan kegelisahan dari mereka yang berpuluh tahun mencoba mempertahankan eksistensi siter. 

Sangat minimnya minat anak muda untuk mencoba menekuni siter membuat para maestro di beberapa daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta misalnya merasa prihatin.
Kini di Jogja ada  3 perempuan yang tergabung dalam Siter Sister  (SS).

Kelompok ini memainkan siter dan membawakan lagu-lagu tradisional, pop hingga campur sari. Mereka adalah Krizma, Lukita, dan Feryna (yang merangkap sebagai penyanyi).
Saat tampil SS menghadirkan Ari Tejo yang bermain siter, Yoyok (kendang) dan Aam (bass). Maka di poster atau promosi lainnya selalu tertera "Siter Sister & Friends". Penampilan mereka tampak padu, suara siter, vokal Feryna, kendang dan bass menghadirkan alunan lagu yang melenakan, kadang juga membuat penonton ikut bergoyang.

Baca Juga: Sri Sultan Ingin Taman Budaya Gunungkidul jadi Inkubator Budaya

Saat ini sudah beberapa order dan job yang masuk ke Siter Sister seperti tampil dalam pembukaan pameran lukisan dan kegiatan budaya lain.
Meski kadang mereka hanya membawakan beberapa lagu, penampilan SS mengundang decak kagum. Banyak yang tak menyangka siter dimainkan oleh tiga perempuan cantik dan menghasilkan nada-nada yang membuai pendengarnya.

Meski mereka merasa belum sampai pada titik untuk disebut sebagai penerus para maestro itu. namun kemunculannya membersitkan harapan akan terus hidupnya siter. 
Tentu hal itu tak hanya jadi "tugas" ketiga ibu rumah tangga itu, tapi juga perempuan lainnya.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sebuah Catatan Tentang Haul 5 Ulama DPW PKB DIY

Jumat, 22 April 2022 | 14:00 WIB

Catatan Sederhana Muktamar PBNU di Mata Mahasiswa

Senin, 27 Desember 2021 | 19:00 WIB

Peran Sekolah dalam Membumikan Literasi 

Kamis, 9 September 2021 | 15:09 WIB

5 Tips Aman Berkunjung ke Rumah Sakit selama Pandemi

Kamis, 2 September 2021 | 13:31 WIB

Suka Duka Belajar di Masa Pandemi

Jumat, 20 Agustus 2021 | 12:49 WIB

Mengenal Kampus Mengajar dan Tips Mengikuti Program KM

Selasa, 17 Agustus 2021 | 09:00 WIB

Perasaanmu Bagaimana?

Minggu, 8 Agustus 2021 | 10:40 WIB

Sampai di Sini

Jumat, 6 Agustus 2021 | 23:52 WIB

Semu

Minggu, 1 Agustus 2021 | 08:00 WIB
X