Catatan Sederhana Muktamar PBNU di Mata Mahasiswa

- Senin, 27 Desember 2021 | 19:00 WIB
Gus Yahya (nuonline)
Gus Yahya (nuonline)

YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM - Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru saja selesai diselenggarakan di Lampung melahirkan nahkoda baru yakni Gus Yahya atau KH. Yahya Cholil Staquf.

Proses Muktamar PBNU tersebut sejatinya bisa menjadi pelajaran penting mengenai politik.
Pertama tentu saya ingin keluar dari euforia yang bertebaran diberbagai media mengenai latar belakang Gus Yahya.

Ia diketahui sebagai salah satu alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tepatnya di Komisariat Fisipol UGM dimana saya juga adalah bagian dari HMI itu sendiri dan juga alumni UGM.

Saya ingin melihat proses Muktamar PBNU dari sudut pandang yang berbeda, sudut pandang yang saya rasa tidak banyak tersorot oleh media dan dikonsumsi oleh publik.

Ada proses pembelajaran yang begitu amat penting dari kacamata saya mengenai Muktamar PBNU kali ini yaitu proses kompetisi politik pada level organisasi yang menduhkan dan penuh dengan makna.

Sebagai orang yang tidak memahami substansi Muktamar secara utuh dan menyeluruh karena bukan pengurus NU ataupun warga NU maka saya hanya bisa berkomentar mengenai adab kedua kiyai yang berlaga pada putaran kedua pemilihan ketua umum PBNU tersebut, yaitu KH. Yahya Cholil Staquf dan KH. Said Aqil Siraj.

Baca Juga: AHY Beri Ucapan Selamat Gus Yahya Ketum PBNU: Demokrat Siap Bersinergi

Gus Dur Presiden keempat Republik Indonesia adalah mantan ketua umum PBNU yang juga merupakan cucu dari pendiri NU ialah sosok yang banyak dikagumi.

Banyak sekali hal yang saya pelajari dari sosok Gus Dur sang kyai cerdas dan humoris tersebut mulai dari pemikiran-pemikirannya mengenai keislaman yang rahmatan lil alamin, keberpihakan terhadap kemanusia secara utuh hingga kontroversi kebijakan yang ia ambil pada saat menjadi presiden yang membuat saya menyimpulkan bahwa ia adalah sosok pemimpin intelektual yang terlalu visioner dan belum dapat diterima oleh entitas politik pada masa itu.

Halaman:

Editor: Rahajeng Pramesi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sebuah Catatan Tentang Haul 5 Ulama DPW PKB DIY

Jumat, 22 April 2022 | 14:00 WIB

Catatan Sederhana Muktamar PBNU di Mata Mahasiswa

Senin, 27 Desember 2021 | 19:00 WIB

Peran Sekolah dalam Membumikan Literasi 

Kamis, 9 September 2021 | 15:09 WIB

5 Tips Aman Berkunjung ke Rumah Sakit selama Pandemi

Kamis, 2 September 2021 | 13:31 WIB

Suka Duka Belajar di Masa Pandemi

Jumat, 20 Agustus 2021 | 12:49 WIB

Mengenal Kampus Mengajar dan Tips Mengikuti Program KM

Selasa, 17 Agustus 2021 | 09:00 WIB

Perasaanmu Bagaimana?

Minggu, 8 Agustus 2021 | 10:40 WIB

Sampai di Sini

Jumat, 6 Agustus 2021 | 23:52 WIB

Semu

Minggu, 1 Agustus 2021 | 08:00 WIB
X