Inovasi Jadi Kunci Masa Depan Perkeretaapian Nasional: Optimalisasi Rel untuk Hemat APBN

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Masa depan perkeretaapian nasional (Pixabay/himanshu gunarathna)
Masa depan perkeretaapian nasional (Pixabay/himanshu gunarathna)

AYOYOGYA.COM -- Masa depan perkeretaapian nasional terletak pada inovasi yang diberikan moda transportasi ini.

Optimalisasi angkutan barang menggunakan jalan rel masih dapat dilakukan andai ada kesetaraan kebijakan dengan angkutan jalan raya. Selain itu, langkah ini dapat menghemat APBN dan APBD untuk perawatan kerusakan jalan akibat truk ODOL

Jaringan jalan rel masih terbatas di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa. Sementara di Pulau Sulawesi masih sedang proses pengerjaan. Panjang jaringan jalan rel yang beroperasi saat ini 5.927 km, terdiri 1.796 km di Pulau Sumatera dan 4.131 km di Pulau Jawa. Sedangkan jaringan jalan rel yang tidak beroperasi sepanjang 2.700 km (46 persen), di Pulau Sumatera 298 km dan di Pulau Jawa 2.402 km.

Baca Juga: Bangkitkan Ekonomi Mahakam Ulu dengan Perbaikan Transportasi di Perbatasan

Data dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (2021), di Pulau Sulawesi sudah terbangun jaringan jalan rel lebih kurang 49,28 km. Proyek KA Makassar – Parepare bagian dari jaringan KA di Sulawesi yang dibangun sepanjang 142 km. Protek ini dibangun dengan skema KPBU menghubungkan Pabrik Semen Tonasa ke Pelabuhan Garongkong.

Menurut data Ditjen. Perkeretaapian (2021), jumlah penumpang yang diangkut lebih kurang 453.486.720 orang (tahun 2019), 199.255.108 orang (tahun 2020) dan sampai semester pertama 2021 sebanyak 88.831.808 orang. Selain itu, ada 47.624.000 ton barang yang diangkut tahun 2019, 45.475.961 ton tahun 2020 dan 23.282.000 ton sampai semester pertama 2021.

Di Pulau Jawa terdapat 21 terminal angkutan barang untuk peti kemas, semen dan BBM yang tersebar di 8 kota, yakni di Jakarta, Cikarang, Semarang, Surabaya, Bandung, Cilacap, Banyuwangi dan Merak.

Saat ini ada 6 operator sarana perkeretaapian (PT KAI, PT KCI, PT Railink, PT KCIC, PT MRT Jakarta dan PT Jakarta Propertindo) dan 4 operator prasarana perkeretaapian (PT KAI, PT KCIC, PT MRT Jakarta dan PT Jakarta Propertindo).

Baca Juga: 5 Tips Aman Berkunjung ke Rumah Sakit selama Pandemi

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sebuah Catatan Tentang Haul 5 Ulama DPW PKB DIY

Jumat, 22 April 2022 | 14:00 WIB

Catatan Sederhana Muktamar PBNU di Mata Mahasiswa

Senin, 27 Desember 2021 | 19:00 WIB

Peran Sekolah dalam Membumikan Literasi 

Kamis, 9 September 2021 | 15:09 WIB

5 Tips Aman Berkunjung ke Rumah Sakit selama Pandemi

Kamis, 2 September 2021 | 13:31 WIB

Suka Duka Belajar di Masa Pandemi

Jumat, 20 Agustus 2021 | 12:49 WIB

Mengenal Kampus Mengajar dan Tips Mengikuti Program KM

Selasa, 17 Agustus 2021 | 09:00 WIB

Perasaanmu Bagaimana?

Minggu, 8 Agustus 2021 | 10:40 WIB
X