Angka Kecelakaan Kelompok Muda Tinggi, Pemerintah Harus Lebih Serius Tangani

- Jumat, 24 September 2021 | 20:19 WIB
Angka kecelakaan kelompok muda tinggi (Pixabay)
Angka kecelakaan kelompok muda tinggi (Pixabay)

 

AYOYOGYA.COM -- Kelompok pelajar, mahasiswa dan pekerja muda menyumbang angka kecelakaan lalu lintas yang tinggi. Pengguna sepeda motor yang menjadi paling sering terlibat dalam kecelakaan lalu lintas selama tahun 2016-2020. Adapun di Indonesia, setiap 1 jam ada 2-3 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas.

Resolusi PBB Nomor 64/255 tanggal 10 Maret 2010 tentang Peningkatan Keselamatan Jalan Global melalui Program Aksi Dekade Keselamatan Jalan 2011-2020 dengan target mengurangi tingkat kegiatan lalu lintas korban kecelakaan lalu lintas sampai 50 persen. Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) 2011-2035 sebagai wujud implementasi Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan 2011-2035. Regulasinya sudah diwujudkan dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan. Ada lima pilar sistem keselamatan, yaitu Manajemen Keselamatan Jalan oleh Bappenas, Kendaraan yang Berkeselamatan oleh Kementerian Perhubungan, Tanggap Darurat Pascatabrakan oleh Kementerian Kesehatan, Jalan yang Berkeselamatan oleh Kementerian PUPR dan Pengguna atau Pemakai Jalan yang Berkeselamatan  oleh Polri.

Sekarang ini, kecelakaan lalu lintas sudah menjadi salah satu aspek terkemuka di dunia. Korbannya paling tinggi generasi muda yang akhirnya mempengaruhi produktivitas individu terhadap bangsa. Saat ini ada lebih dari 1,25 juta kasus kecelakaan setiap tahun di dunia. Sementara di Indonesia, setiap hari 60-80 orang meninggal seketika karena kecelakaan lalu lintas. Namun jika ditelusuri dari sejumlah korban yang luka berat, bisa jadi yang meninggal setiap hari lebih dari 100 jiwa. Ini bukan pertanyaan angka, namun akan sangat bernilai dan bermakna jika ada upaya untuk menguranginya.

Baca Juga: Buntut Kecelakaan Maut, KNKT Rekomendasikan Truk Dilarang ke Jalur Tebing Breksi

Generasi muda adalah aset bangsa yang harus dilindungi. Di negara modern, sumber daya manusia selalu diprioritaskan karena mereka adalah generasi sukses yang akan membuka dan mampu meningkatkan citra bangsa. Keselamatan harus menjadi kebiasaan dan budaya yang diminta sejak usia dini. Pendidikan dapat bertindak sebagai pembuka hati. Melalui pendidikan kesadaran, sensitivitas, keperawatan, dan tanggung jawab keselamatan harus dibuat dalam aksi nyata yang dapat dibanggakan.

Profil korban kecelakaan

Data kecelakaan lalu lintas dari tahun ke tahun bervariasi. Dalam lima tahun terakhir kecelakaan lalu lintas terendah tahun 2020, yakni 100.028 kejadian. Dapat dipahami, karena di masa pandemi Covid-19 mobilitas orang menurun drastis. Otomatis angka kecelakaan lalu lintas akan menurun. Sebelumnya, sejak tahun 2016 hingga tahun 2020, tertinggi di tahun 2019, yaitu 116.411 kejadian

Menurut usia, angka kecelakaan lalu lintas berdasarkan usia terbanyak pada usia 20-24 tahun dan peringkat kedua pada usia 15-19 tahun. 

Halaman:

Editor: Regi Yanuar Widhia Dinnata

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sebuah Catatan Tentang Haul 5 Ulama DPW PKB DIY

Jumat, 22 April 2022 | 14:00 WIB

Catatan Sederhana Muktamar PBNU di Mata Mahasiswa

Senin, 27 Desember 2021 | 19:00 WIB

Peran Sekolah dalam Membumikan Literasi 

Kamis, 9 September 2021 | 15:09 WIB

5 Tips Aman Berkunjung ke Rumah Sakit selama Pandemi

Kamis, 2 September 2021 | 13:31 WIB

Suka Duka Belajar di Masa Pandemi

Jumat, 20 Agustus 2021 | 12:49 WIB

Mengenal Kampus Mengajar dan Tips Mengikuti Program KM

Selasa, 17 Agustus 2021 | 09:00 WIB

Perasaanmu Bagaimana?

Minggu, 8 Agustus 2021 | 10:40 WIB

Sampai di Sini

Jumat, 6 Agustus 2021 | 23:52 WIB

Semu

Minggu, 1 Agustus 2021 | 08:00 WIB
X